Faktor apa saja yang memengaruhi harga gelatin?
Fluktuasi harga akan dipengaruhi oleh empat faktor utama:
A.Pasokan dan Biaya Bahan Baku
Kekurangan tulang/kulit hewan:Penurunan angka penyembelihan ternak (misalnya, volume penyembelihan babi di Tiongkok turun 9% pada tahun 2024) dan kenaikan biaya pengadaan tulang (+18% YoY pada tahun 2024) menekan margin keuntungan. Wabah penyakit sapi gila di Brasil pada tahun 2024 semakin mengganggu pasokan tulang global.
Protein alternatif: Berbasis tumbuhan gelatinPengganti (misalnya, gel protein kacang polong, kapsul HPMC) semakin populer, dengan pasar kapsul HPMC diproyeksikan tumbuh sebesar 7,26% CAGR hingga tahun 2032. Hal ini dapat sedikit memengaruhi produk yang berasal dari hewan. gelatin permintaan di sektor pangan dan kesehatan.
B.Peraturan Lingkungan
Pengendalian emisi dan pengelolaan limbah:Kebijakan lingkungan Uni Eropa/China yang lebih ketat (misalnya, standar produksi bersih China tahun 2025) memaksa UKM untuk keluar dari pasar, sementara perusahaan besar berinvestasi dalam teknologi ramah lingkungan (misalnya, ekstraksi enzimatik suhu rendah), sehingga meningkatkan biaya produksi sebesar 10%-15%.
Hambatan perdagangan:Pembatasan impor produk turunan hewan (misalnya, gelatin) di Denmark pada tahun 2025 dan pembatasan impor di Uni Eropa pada tahun 2030. Gelatin Hewan Larangan penggunaan kosmetik dapat mengganggu rantai pasokan, sehingga meningkatkan biaya ekspor bagi produsen Tiongkok.
C.Dinamika Permintaan
Layanan kesehatan dan farmasi: Permintaan gelatin kelas medis meningkat karena produksi vaksin dan obat-obatan berbasis kapsul, sehingga mendukung stabilitas harga. Misalnya, industri medis Tiongkok Pasar Gelatin Diperkirakan akan mencapai ¥15 miliar pada tahun 2030.
Pergeseran industri pangan: Preferensi konsumen terhadap produk berlabel bersih mendorong permintaan gelatin.permen dan makanan fungsional.
D.Perdagangan dan Logistik
Tarif dan geopolitik: Ketegangan perdagangan AS-Tiongkok (misalnya, penggandaan tarif gelatin Tiongkok pada tahun 2025) telah mengalihkan ekspor ke Korea Selatan dan Brasil.
Biaya logistik: Mogok kerja di pelabuhan (misalnya, Pantai Timur AS pada tahun 2024) dan kenaikan biaya pengiriman telah meningkatkan biaya transportasi sebesar 8%-12%, yang memengaruhi harga akhir.













